Climate Change
Universitas Muhammadiyah Malang
Climate Change
Universitas Muhammadiyah Malang

Pusat Riset Pengembangan Apel

|     Profile       |      Struktur Organisasi       |      Program Kerja      |      Kegiatan - kegiatan      |
 

Profil Oganisasi

 

PUSAT RISET PENGEMBANGAN APEL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

 
LATAR BELAKANG

 

Latabelakang utama  didirikannya  Pusat Riset  Pengembangan  Apel  di Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat  adalah untuk menjawab kegelisahan petani Apel (dan stakeholdernya) yang sedang terombang ambing antara tetap mengusahakan apel (buah segar dan olahanya) atau beralih kekomoditas lain. Sebuah pilihan yang sulit dan penuh resiko bagi pihak-pihak yang terlibat, seperti makan buah simalakama. Dari rantai Agribisnis, resiko terbesar usaha  apeberada  di  sector budidayanya,  di  wilayah  hulu,  di  lahan produksi apel seperti di lereng gunung Arjuno, Nongkojajar, atau Poncokusumo. Makin ke hilir, sector input produksi, pengolahan maupun pemasaran, resikonya makin mengecil.

 

faktor yang menyebabkan reorientasi petani tersebut di antaranya :

  1. Serbuan buah Apel impor (dari Australia, Amerika, China, dll) dengan harga murah, sejak tahun 1990-an. Saat ini tidaklah sulit mencari buah Apel Washington  di  pelosok desa  di  kaki  gung,  dengan  harga  yanmurah. Kejayaan  Apedi  Indonesia  tercatat dalam  statistik  BPS  dimana  pernah dicapai produksi Apel nasional 7.303.372 ton (1984), dan meningkat kembali menjadi 9.046.276 ton (1988), tetapi semenjak tahun 1990 angkanya menurun terus hingga kini.
  2. Biay produksi   yan makin   meningkat,   sementar harg jua sangat berfluktuatif. Pada saat panen apel baik (fruit-on) harga buah apel di pasar rendah, tapi saat harga tinggi produksi buah apel sedikit (fruit-off). Gejala “Biennial bearing” ini khas pada siklus produksi Apel.
  3. Perhatian dari pemerintah sangat kurang, instansi yang terkait seperti Balai Penelitian, Dinas  Pertanian  Propinsi,  Dinas  Pertanian  Kabupaten,  BPTP, masih berorientasi pada sector pangan. Pada saat kejayaan petani Apel perhatian pemerintah yang kurang tidak begitu terasa, tetapi pada saat krisis, petan Ape sanga membutuhkaulura da kepedulia dari   pihak pemerintah maupun swasta.

Sebetulnya petani Apel tidak pernah menyerah pada keadaan, untuk mengantisipasi keadaan  yang  sulit  tersebut  telah  muncul  kreatifitas  kreatifitas baru.  Beberapa kreatifitas  tersebut  seperti  :  pengolahan  buah  Apel  menjadi jenang, kripik, tepung, minuman (sari apel, juice, ekstrak, dll), penggalakan agrowisata Apel, produksi Apel organik, dan perbaikan dalam sistim budidaya.

Namun demikian, kami telah mengidentifikasi beberapa permasalahan dan sekaligus tantangan yang terkait dengan permasalahan lapang (budidaya), pemanenan, pengolahan produk, marketing, pengembangan usaha dan permasalahan dalam kelembagaan untuk meningkatkan soliditas dan daya tawar petani Apel terhadap problem dari luar organisasi.

Dalam kerangka itulah Pusat Riset Pengembangan Apel digagas, dengan tujuan untuk membantu mempercepat munculnya kreatifitas baru dalam bidang budidaya, pengolahan maupun pemasaran Apel. Tujuan lainnya adalah memberikan advokasi kepada pemerintah dan pihak pihak terkait tentang usaha atau regulasi yang harus dibuat agar terjadi peningkatan pendapatan para petani Apel. Upaya lain adalah meningkatkan kreatifitas promosi buah apel di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.

Kelahiran Pusat Riset Pengembangan Apel tidak lepas dari support dari institusi khususnya dari Bapak Rektor UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. baik dukungan semangat untuk melahirkan kreatifitas baru dalam mengatasi keluhan petani apel maupun dukungan langsung pendanaan serta sumberdaya pendukung lainnya bagi kegiatan Pusat Riset Pengembangan Apel kedepan.

   

 

VISI

 

  Menjadikan Pusat Riset Pengembangan Apel sebagai center of excellence

 

dalam pengembangan teknologi apel.

 

MISI

Untuk mencapai visi tersebut dibuat misi sebagai berikut :

 

 
 

1. Mengkaji pengembangan apel dari hulu sampai hilir, melalui payung riset.
2. Menawarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan petani dan stakeholder dalam rantai agribisnis apel.
3. Memberikan advokasi kepada pemerintah dan pihak terkait.

 


|     Profile       |      Struktur Organisasi       |      Program Kerja      |      Kegiatan - kegiatan      |

Shared: