Climate Change
Universitas Muhammadiyah Malang
Climate Change
Universitas Muhammadiyah Malang

Profil

 

SELAMAT DATANG

Tiga isu yang sebagai konsekuensi kemajuan teknologi dan modernisasi adalah Pemanasan Global, Kelangkaan Bahan bakar, dan Pengelolaan Sampah. 

Polusi yang tidak terkendali menyebabkan energi matahari yang terperangkap di atmosfer bertambah sehingga menaikkan suhu bumi. Dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya perubahan iklim yang mengacaukan pola tanam dan menimbulkan banjir; mencairnya es di kutub menaikkan air laut sehingga menenggelamkan pantai dan pulau pulau; peningkatan kualitas dan kuantitas badai dan angin puting beliung sehingga menimbulkan kerusakan lebih besar dan parah serta sejumlah dampak lainnya.

Penyebab utama rusaknya komposisi ideal atmosfer sehingga terjadi Pemanasan Global adalah emisi karbon ( CO2, CH4, CFC, Sulfur, dll) ke dalam Atmosfer. Gas metan (CH4) diemisikan oleh sampah (limbah) organik dari tempat pembuangan akhir sampah (Landfill) sebesar 14% hingga 25% dan memiliki efek GRK 21 kali lebih besar dari CO2.

Pengurangan emisi karbon ke atmosfer menjadi cara baku Penanggulangan Pemanasan Global di negara berkembang sehingga mendapatkan subsidi dalam bentuk Sertifikat Pengurangan Emisi GRK (Certified Emission Reduction - CER) yang memiliki nilai moneter dan dapat diperjualbelikan dengan mengikuti prosedur  yang diatur dalam Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism – CDM) yang merupakan salah satu mekanisme Protocol Kyoto dan diperbaharui di Bali lewat UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change). Pegurangan emisi karbon ini dapat dilakukan dengan pengurangan pembakaran bahan bakar fosil, penanaman tumbuhan, maupun melalui penangkapan gas metan untuk bahan bakar.

Menyadari bahwa Indonesia bagaimanapun juga mengalami dampak dari Pemanasan Global (Perubahan Iklim) dan terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk memperoleh kemanfaatan dari Perdagangan Karbon maka Universitas Muhammdiyah Malang menetapkan untuk berperan serta dalam menanggulagi Pemanasan Global, melalui program pengembangan sumber energi terbarukan dan program manajemen persampahan.

Sebelum secara resmi dilembagakan,  komunitas pendiri/ personil  telah memulai aktivitas yaitu Kerjasama UMM dengan GERF dimulai pada Bulan Juni 2005 yang di fasilitasi oleh Bapak Prof. Dr. Laode M Kamaluddin, M.Sc. M.Eng selaku Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang dan ditandatangani MoU antara UMM dan GERF oleh Rektor Bapak Drs. H. Muhadjir Effendy, M.AP dan Presiden Director GEFR David Pears Di UMM.

Implementasi dari kerjasaman antara UMM dengan GERF diantaranya adalah kuliah Tamu, workshop, kerjasama dengan Pemkot Malang, kerjasama dengan Pemerintah Belanda dan Lokakarya Kurikulum. Bertolak dari kegiatan kami yang sangat banyak dan strategi untuk perkembangan UMM ke depan, maka kami mengajukan lembaga baru berbentuk pusat studi dengan nama “CENTER FOR ENERGY, ENVERONMENT, & REGIONAL DEVELOPMENT AT UNIVERSITY MUHAMMADIYAH OF MALANG” Sebagai jawaban dari tantangan era globalisasi dewasa ini dan Go Internasionalisasi UMM ke depan. Untuk keperluan itu telah dibentuk Center of Energy and Environment Research and Development – CEERD yang aktivitasnya meliputi:  Penelitian dan Pengembangan, Capacity Building, Layanan Konsultasi, Menggalang Kerjasama para stake holders.

 

Didirikan dengan Surat Keputusan Rektor Nomor: 48 Tahun 2008  tentang Pembentukan Center for Energy Environment and Regional Development  (CEERD) Universitas Muhammadiyah Malang. Pada permulaan personil pengelola ditetapkan dengan Surat Tugas Rektor  Nomor: E.2.c/ 1100/ UMM/ X/ 2008. Kantor CEERD terletak di Gedung Kuliah II lantai 1 Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang, Jl Raya Tlogomas 246 Malang.

 

 

 

 

 

 

Shared: